Langsung ke konten utama

"PUSARAN"

Pusaran
...
Aku terpenjara pada satu pusaran hitam
Tak berdaya melawan putaran yang menjerumus itu
Sesak!
Aku menghirup anyir dosa yang pekat
Aku terombang ambing pada satu titik ambigu yang mengerikan

Aku tak mau melihat, mendengar, dan merasakannya lagi...
Hanya, pusaran hitam itu tetap berputar pada satu titik di kepalaku...
Aku terjatuh, dan bangkit lagi menyeimbangkan sisa-sisa kebisaanku
Lalu waktu ikut hadir bersatu dengan ketidak berdayaan jiwaku
Hampa...
Jiwaku terhempas oleh pusaran yang berputar pada satu titik itu
Lagi lagi dan lagi...
Bosan!
Meski telah berulang aku bangkit dan mencoba menyeimbangkan sisa-sisa kebisaanku
Tapi aku masih tetap terpenjara dan jatuh pada pusaran yang sama...

Novita Hidaya, July 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Novelet: "Maroona" full

MAROONA (full) Hatiku tengah berlayar                                                                                         Di tengah lautan yang luas dan biru Kilauan airnya memantul menyinariku           Hatiku tengah berlayar Ditengah lautan yang luas Seisinya bernyanyi untukku Entah sampai kapan ia akan terus berlayar Entah seberapa luas laut yang akan diarunginya lagi Sampai kini belum ada dermaga yang membuatnya berhenti Berhenti untuk menyandarkan hari-hari Berhenti untu...

Wasiat Membunuh Bapak (Lombok Post, 8-Nov-2015)

Wasiat Membunuh Bapak Cerpen Novita Hidayani      Aku menyalakan keran pada wastafel, membasuh sebuah pisau. Sinar matahari pagi yang hangat terpantul berkilau. ***      “Bunuh bapakmu!”      Kali pertama mendengar itu aku tertawa. Sungguh terdengar seperti guyonan. Membuatku melepaskan genggaman tangannya yang hanya berupa selapis kulit putih pucat keriput dan tulang.      “Bunuh bapakmu!” Ibu mengulangi kata-katanya. Kedua matanya yang cekung menatapku tajam. Ada benci yang terlihat sangat mengerikan tertanam disana, yang akarnya merambat mengeraskan rahangnya yang biasa terlihat lembut. Aku menelan ludah. Tertawa. Berusaha tertawa tepatnya. Dan tawa itu terdengar mengerikan diterbangkan angin kering bulan Juli yang masuk melewati jendela ruangan sempit berukuran 3 x 4 meter ini.      “Aku akan mati segera. Bunuh bapakmu! Itu permintaan terakhirku. Wasiat. Bagaim...

2 Hari Bareng Eva Celia

It was such an amazing experience! Satu kalimat yang mewakili dua hari jadi LOnya Eva Celia untuk Konser Senggigi Sunset Jazz Festival yang diadain di Lombok, tanggal 9 Desember kemaren. Awalnya surprise banget waktu suatu hari, tiba2 dapet whatsapp dari Mbak Githa, "Mau gak jadi LOnya Eva Celia?" Oh my God!!! Can you imagine my feeling? Saya yang biasanya kalo gabut di kantor suka streaming lagunya Eva Celia dan Ayahnya Indra Lesmana, tiba-tiba diminta jadi LOnya. Wah! Ini hidup kok ajaib banget ya.. Kira2 gitu deh suara hati saya sambil jingkrak-jingkrak saking bahagianya. Jujur di awal, saya gawah banget gak tau apa itu jadi LO artist lol. Trus langsung aja gitu search di google baca-baca artikel di blog orang-orang yang pernah punya pengalaman jadi LO artis. Kalau kata tante Wikipedia sih, LO atau Liaison officer adalah seseorang yang bertugas menghubungkan dua lembaga untuk berkomunisasi dan berkoordinasi mengenai kegiatan antarlembaga. Tapi menurut hemat saya s...