Kunang-kunang Kenangan Ku tengadahkan tanganku layaknya seseorang yang sedang meminta, atau mungkin berdo’a. Tapi aku tak sedang melakukan keduanya. Seperti inilah posisiku beberapa tahun yang lalu, ketika pertama kali dalam seumur hidupku, kau menghadiahiku seekor kunang-kunang. Tanganmu sendiri yang memindahkan serangga cantik itu ke dalam tangkupan kedua tanganku dengan sangat hati-hati. Lalu senyum hangatmu terkembang melihatku kegirangan norak seperti anak kecil memegang kunang-kunang pertamaku itu. Kau tak tau betapa bahagianya aku saat melihat kunang-kunang yang sebelumnya hanya dapat ku lihat di televisi itu secara langsung. Dan kau tak pernah tau betapa aku lebih bahagia lagi karena kau ada disisiku saat itu. Aku tersentak dengan lamunanku sendiri, tersentak dengan tingkah anehku sendiri. Dan buru-buru menurunkan kedua tanganku yang tadi di dalam imajinasiku, aku mengulang kembali kejadian malam itu antara deretan bukit, aku, kunang-kunang, dan...
Tempat terbang di laut lepas dan berenang di langit bebas